All You Can Eat

Bagi Anda penggemar kuliner pasti sudah tidak asing dengan restoran All You Can Eat (AYCE). Seperti namanya, resto ‘All You Can Eat’ (AYCE) mengusung konsep di mana pengunjung bisa menikmati semua hidangan menu yang tersedia dengan sekali bayar.

Melansir Food and Wine, awal mula konsep restoran AYCE ini pertama kali ada di Swedia sekitar abad ke-16. Penerapan makan sepuasnya ini ditujukan untuk menyambut para tamu yang datang ke sebuah pesta.

Berbagai makanan seperti roti, mentega, ikan, daging, dan lain sebagainya, disusun rapi di atas meja prasmanan yang biasa disebut orang Swedia dengan sebutan ‘brännvinsbord’.

Pada awal abad ke-18, istilah ini berubah menjadi ‘smörgåsbord’ untuk sajian makanan bagi para tamu yang datang dari berbagai daerah.

Menu yang disajikan pada jamuan prasmanan ini pun sempat mengalami inovasi dengan pilihan menu yang lebih bervariasi seperti salted fish, telur, sayuran, dan sebagainya.

Konsep makan AYCE semakin populer sejak muncul di Olimpiade Musim Panas Stockholm pada 1912.

Pesta olahraga terbesar di dunia tersebut dihadiri oleh para peserta dari banyak negara di dunia. Saat itu, banyak restoran menjajakan makanan dengan konsep AYCE.

Peserta dan orang-orang yang datang dari berbagai negara membuat konsep restoran AYCE banyak diadopsi, sehingga penyebarannya lebih meluas sejak saat itu.

Dilansir dari Wikipedia, konsep sajian makan AYCE lazim dijumpai di restoran barbekyu Korea, churrasco Brasil, dan hot pot China.

Namun, meski konsep AYCE adalah makan sepuasnya, ada beberapa aturan yang ditetapkan bagi pelanggan.

Salah satunya yakni memberi batasan waktu makan yang umumnya bervariasi dari 90-120 menit, hingga memberikan denda atas makanan yang tidak dihabiskan. Hal ini dilakukan agar pelanggan tetap bijak saat makan sehingga tidak ada makanan yang terbuang.

sumber : Kompas.TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *