Mengenal Vaksin Covid-19

Siapa Saja yang Mendapatkan?

Menurut Roadmap WHO SAGE, ada beberapa prioritas kelompok orang yang didahulukan untuk mencoba vaksin Covid-19. Berikut adalah kelompok prioritas orang tersebut, yaitu:

  • Petugas kesehatan yang memiliki resiko tinggi terinfeksi atau tertularnya virus Covid-19.
  • Kelompok orang yang mengidap penyakit mematikan atau berat (komorbid).
  • Kelompok orang yang bekerja di tempat umum yang kemungkinan besar mengalami kesulitan untuk menjaga jarak, contohnya petugas publik

Selain itu, pasokan atau ketersediaan vaksin ini dilakukan dengan adanya batasan-batasan tertentu pada setiap negara. Hal ini dilakukan dikarenakan pasokan vaksin tidak dapat langsung disediakan dalam jumlah besar. Penyebaran vaksin ini akan dilakukan dengan distribusi awal sebesar 1% dan akan terus meningkat hingga 50% dari total populasi negara tersebut. Saat ini, Indonesia telah memesan kurang lebih 100 juta dosis vaksin Covid-19 dengan 3 juta vaksin telah berada di Indonesia.

Orang-orang yang tidak Boleh Divaksin Covid-19

Ada kelompok prioritas dan ada kelompok yang tidak diperbolehkan untuk diberikan vaksin Covid-19. Menurut PAPDI (Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit dalam Indonesia) ada beberapa kriteria seseorang tidak diperbolehkan atau ditunda untuk dapat diberikan vaksin Covid-19. Kriteria tersebut adalah sebagai berikut:

  • Seseorang dengan suhu badan di atas 37,5 derajat atau sedang demam, maka pemberian vaksin akan ditunda.
  • Seseorang dengan tekanan darah di atas 140/90, maka vaksin tidak dapat diberikan
  • Seseorang yang pernah menderita Covid-19, memiliki riwayat penyakit kronis atau sedang hamil atau menyusui, maka vaksin tidak dapat diberikan
  • Seseorang yang menderita penyakit diabetes mellitus tipe 2 serta HbA1C berada di bawah 58 mmol/mol atau 7,5%, maka vaksin tidak dapat diberikan
  • Seseorang dengan penyakit paru-paru, maka pemberian vaksin akan ditunda

Jika Anda tidak termasuk dalam kriteria yang telah disebutkan di atas, maka Anda mampu dan dapat memperoleh vaksin Covid-19 sesuai dengan prosedur dan tata cara yang ditetapkan oleh negara dan tenaga medis.

Jenis Vaksin COVID-19

Ada beberapa jenis vaksin Covid-19 yang akan digunakan di Indonesia. Jenis-jenis vaksin Covid-19 tersebut adalah sebagai berikut:

Vaksin Merah Putih

Vaksin merah putih merupakan vaksin yang diproduksi oleh BUMN PT Bio Farma dan Lembaga Eijkman Institute serta adanya kerjasama dengan vaksin asal China. Diharapkan vaksin ini dapat diselesaikan pada akhir tahun 2021.

Sinopharm

Sinopharm merupakan salah satu vaksin yang telah mencapai tahap akhir uji coba di China. Vaksin ini telah diberikan kepada kurang lebih 1 juta orang tentunya dengan ijin yang telah diberikan. United Emirat Arab telah menyetujui penyebaran vaksin ini sejak September 2020 lalu.

AstraZeneca

Vaksin ini diproduksi oleh AstraZeneca dan Universitas Oxford. Vaksin ini telah di uji coba kepada 20.000 sukarelawan dan masih berlanjut, dan diketahui vaksin ini lebih mudah didistribusikan karena tidak memerlukan penyimpanan khusus.

Moderna

Moderna merupakan sebuah vaksin dengan efektivitas 94,5 persen sehingga Moderna mampu mengajukan ijin penggunaan darurat untuk vaksin Covid-19 kepada regulator Amerika Serikat dan Eropa pada bulan November lalu.

Pfizer Inc dan BioNTech

Vaksin ini telah mendapatkan persetujuan dari BPOM AS dan Eropa. Pada uji coba terakhir vaksin ini, diperkirakan efektivitas vaksin adalah sebesar 95 persen serta tidak menimbulkan masalah keamanan.

Sinovac Biotech Ltd

Vaksin Sinovac inilah yang telah diujicobakan pada beberapa kelompok masyarakat di Indonesia. Vaksin ini diproduksi atau dibuat oleh negara China.

Efek Samping Vaksin Covid-19

Lalu, apakah vaksin Covid-19 di Indonesia aman? Adakah efek samping dari pemberian vaksin tersebut? Berdasarkan pakar imunologi Amerika Serikat, Dr. Anthony Fauci, mengatakan bahwa sebanyak 2 juta orang yang telah diberikan vaksin Covid-19. Efek samping yang banyak dirasakan adalah rasa nyeri pada bagian lengan. Ada beberapa kasus pula yang melaporkan bahwa mereka merasa sakit kepala dan juga nyeri otot, namun hal tersebut akan hilang dalam waktu 24 jam.

Apa Vaksin Melindungi Jangka Panjang

Vaksin Covid-19 sendiri masih banyak pembaruan dan penyempurnaan untuk dapat menjadi obat yang efektif mengatasi virus Covid-19 tersebut. Saat ini, vaksin Covid-19 belum dapat diketahui apakah vaksin tersebut mampu melindungi seseorang dalam jangka panjang. Penelitian dan uji coba vaksin ini akan dilakukan lebih lanjut dalam periode yang jangka panjang pula untuk mengetahui apakah vaksin tersebut mampu melindungi dalam jangka panjang.

Itulah beberapa informasi yang dapat Anda ketahui mengenai perkembangan vaksin Covid-19 di Indonesia maupun secara global. Semoga para peneliti dan tenaga medis mampu membuat vaksin yang terbaik dan aman untuk diberikan kepada seluruh penduduk di dunia. Jangan lupa untuk tetap mematuhi protokol kesehatan 4 M, yakni mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak, serta menghindari krumunan.

sumber : https://ciputrahospital.com/vaksin-covid-19-di-indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *