Toilet Training untuk Anak

Toilet training adalah sebuah cara melatih anak untuk mengontrol kebiasaan untuk membuang hajatnya di tempat yang semestinya, sehingga tidak sembarangan membuang hajatnya. Toilet training bertujuan melatih anak-anak untuk mampu BAK dan BAB di tempat mana yang telah ditentukan dan juga melatih anak-anak untuk dapat membersihkan kotorannya secara mandiri serta memakaikan kembali celananya. Toillet Training ini juga merupakan pengetahuan hal baru bagi anak kita.

IMG-20160709-WA0007

Ketika anak-anak sudah siap menjalani toilet training, peran Anda dan semua anggota keluarga sangat dibutuhkan, jadi pastikan terlebih dahul bahwa seluruh anggota keluarga akan siap membantu proses ini. Tidak hanya itu, pastikan semua kondisi rumah dalam keadaan normal dan tenang (sedang tidak ada masalah dengan sesama para penghuni rumah).

Langkah awal yang harus kita lakukan untuk menunjang proses toilet training pada anak-anak antara lain:

  • Kenalkan anak kepada toilet. Mulailah menjelaskan bagaimana penggunaan toilet, seperti toilet digunakan hanya untuk BAK dan BAB. Katakan kepada anak ketika akan mulai memakai toilet, berarti dia harus melepas dahulu popoknya dan menggantinya dengan sebuah celana dalam. Jelaskan pula bahwa anak sudah tidak boleh BAK dan BAB pada diapers atau celana dalam. Untuk mempermudah anak dalam mengatakan istilah BAK dan BAB, Anda bisa menggantinya dengan kata ‘pipis’ atau ‘eo’. Jangan lupa untuk menjelaskan juga kedua arti kata tersebut agar anak memahami makna yang sebenarnya.
  • Pilih pispot. Saat akan mengajari anak-anak untuk mulai memakai toilet, Anda tidak bisa menggunakan sebuah toilet normal. Gunakanlah pispot untuk anak hingga sesuai ukuran tubuhnya mampu menjangkau toilet orang dewasa kelak. Ajak anak anda untuk memilih sendiri pispot mana  yang akan dia gunakan. Biarkan dia mencoba berbagai bentuk pispot hingga menemukan sebuah pispot yang terasa nyaman. Setelah memiliki sebuah pispot, ada baiknya Kita meletakkannya di kamar mandi agar si anak bisa terbiasa dengan fungsi toilet. Anda bisa mengatakan kepada si dia  bahwa selagi masih anak-anak, pispot ini akan selalu menjadi tempatnya untuk BAK atau BAB.Sebagai pendukung proses dalam pembelajaran, Anda bisa meletakkan pispot tersebut di kamarnya atau disekitar area bermainnya agar bisa langsung anak gunakan saat BAK atau BAB. Dia juga bisa mendudukinya saat sedang bermain agar sdah terbiasa dengan pispotnya. Selain pispot, Anda juga bisa membeli lagi tempat duduk kloset untuk anak agar dia bisa menikmati aktivitas BAK dan BAB pada toilet sungguhan.
  • Ajak anak saat Anda beraktivitas di toilet. Untuk memudahkan pada proses toilet training, melihat aktivitas anak secara langsung di toilet adalah sangatlah penting. Contohnya, Kita bisa mengajak anak ketika Anda akan memakai toilet, itu pun jika Kita merasa nyaman. Jelaskan apa saja yang Kita lakukan saat itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *